Silahturahmi


Free chat widget @ ShoutMix

Selasa, 19 Februari 2008

Tidak boleh melakukan dengan unsur spekulatif,
judi dan transaksi semu.

Dalil Al-Qur’an


Al-Baqarah : 219

Artimya :
“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir”


Al-Maidah : 90
Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”


AL-Maidah : 91
Artinya :
“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)”

Dalil Hadist :

Rasulullah SAW melarang jual beli dengan hasah, dan penjualan gharar” (HR.Muslim)

Dilarang mnjual Ikan dalam Laut, yang seperti itu gharar (HR. Ibnu Hambal).

Dari Abdullah bin Umar ra., katanyta : Rasulullah melarang jual beli Habalil Habalah seperti yang dilakukan oleh orang-orang jahiliyah, Biasanya seorang laki-laki membeli seekor unta sehingga unta itu beranak, kemudian anaknya beranak pula” (HR. Bukhari)

Dari Abu Said ra. Ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW melarang munabazah, yakni melemparkan kainnya kepada orang lain dalam jual beli, sebelum dibalik-balik atau dilihatnya kain itu. Dan beliau melarang mulamasah, yakni menyentuh kain yang tidak dilihat (HR. Bukhari)

Dari Abdullah bin umar ra., katanya Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah kamu menjual buah-buahan hinga nyata hasilnya dan jangan kamu jual basah dengan kurma kering” (HR Bukhari)

Dari Jabir bin Abdullahra, katanya : “Nabi SAW melarang menjual buah-buahan sebelum masak. Lalu ditanyakan kepada beliau, “ Bagaimanakah buah yang masak? Jawab Nabi SAW, “Kemerah-merahan, kekuning-kuningan dan dapat dimakan seketika “(HR. Bukhari, hadist senada juga diriwayatkan Muslim, Abu Daud, dan Tarmidzi)

Tidak ada komentar: