
Bekerja dalam Perspektif Islam
Ismail Satria Arif
Sebagian orang mungkin menganggap bahwa bekerja adalah merupakan suatu kewajiban dalam menggapai materi untuk kebutuhan hidup didunia. Pemikiran iui tidak dapat disalahkan, hanya kurang sedikit saja, padahal selain mendapatkan materi dan pemenuhan kebutuhan, bekerja dalam pandangan Islam merupakan Ibadah. Bila bicara mengenai ibadah sudah tentu kaitannya dengan Allah SWT dan pahala di akherat kelak. Bekerja dapat meliput berdagang, melakukan bisnis/ usaha dan membantu perusahaan dalam menggapai keberhasilan perencanaan manajemen.
Setiap manusia dalam Islam diwajibkan bekerja, apalagi bagi orang yang telah memiliki tanggungan. Aktifitas bekerja sama mulianya dengan melakukan ibadah shalat, hal ini diterangkan dalam hadist Rasulullah SAW :
“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas kalian berusaha (bekerja), maka hendakalah kalian berusaha (bekerja).” (H.R. Thabrani)
“Mencari yang halal itu wajib bagi setiap musli” (H.R. Thabrani)
1. Kafa’ah,
Adanya keahlian dan kecakapan dalam bidang pekerjaan yang dilakukan, karena bila suatu pekerjaan yang dilakukan oleh orang yang tidak mempunyai keahlian dan kecakapan dalam bekerja, sudah tentu tidak dapat menghasilkan pekerjaan yang diembannya, Hadist Rasulullah SAW :
“Jika suatu urusan (pekerjaan) diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya” (HR .Bukhari)
2. Himatul ‘amal, yakni memiliki semangat atau etos kerja yang tingg
3. Amanah, yakni terpercaya dan bertanggung jawab dalam menjalankan berbagai tugas dan kewajibannya serta tidak berkhianat terhadap jabatan yang diduduki.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar